Nurcholish Madjid, yang biasa disapa Cak Nur, seringkali disalahpahami. Salah satu alasannya adalah karena gerakan (pemikiran dan sikap) tokoh ini mempunyai landasan sufistik yang kuat, yang membuatnya berpikir inklusif.
Islam sebagai sebuah agama memungkinkan munculnya berbagai aliran dan paham keagamaan, karena agama ini memberikan kebebasan kepada pemeluknya untuk menafsirkan dan memahami teks-teks keagamaan sepanjang mereka memiliki ilmu untuk melakukan hal tersebut.