Trilogi Kerukunan yang ditawarkan oleh Menteri Agama, Prof. Dr. Anregurutta K.H. Nasaruddin Umar ini sangat relevan dengan konteks kekinian, khususnya bangsa Indonesia yang sangat emmegang teguh ajaran agama. Istilah tirlogi kerukunan ini pernah diperkenalkan oleh Menteri Agama pada kabinet Pembangunan III (1978-1983) Alamsjah Ratu Perwiranegara.
Perbedaan tentang konsep pemilikan rakyat dan negara atas tanah dalam Hukum Pertanahan Indonesia dan Hukum Pertanahan Islam telah memunculkan dua pendapat
kehadiran buku ii semoga menjadi bahan berbagi mengenai petunjuk jalan kearifan, bila hati kita menjadi jujur melihat sebagian karunia dari allah.
buku ini membahas secara kritis dan mendalam laporan internasional crisis group yang membeberkan gerakan NII sejak kekalahan tahun 1962
Agama sebagai seperangkat nilai-nilai normatif yang melampaui batas waktu, tempat, fungsi dan manfaat, dalam pelaksanaanya bagi umat masih problematis.
Telah lama masyarakat Indonesia hidup dalam keragaman sosial dengan 1.340 suku bangsa, 300 kelompok etnik, 652 bahasa daerah, dan enam agama resmi. Keragaman ini menjadi kelebihan untuk menguatkan bangsa sekaligus kekurangan lantaran mengelola kemajemukan di antara masyarakat tanah air tidak seindah semboyan bangsa kita, bhineka tunggal ika.
Kepemimpinan Andi Pangerang Petta Rani sangat sederhana. Tidak mau menggunakan kekuasaan untuk hidup mewah atau menjadikan jarak pemisah dengan rakyat yang dipimpinnya. Ia juga tidak senang kalau ada rakyatnya yang memberikan hadiah tanpa diketahui asal kebenarannya. Walaupun sipemberi itu melakukannya secara ikhlas, tetapi bagi Andi Pangerang Petta Rani, kebiasaan menerima hadiah seperti it…