Buku yang ditulis oleh generasi muda Indonesia asal Maluku ini menjadi menarik, sebab ia lahir dari sebuah kesadaran sejarah yang muncul secara sangat kuat sebagai akibat dari penderitaan panjang yang disebabkan oleh disintegrasi yang nyaris sempurna yang terjadi selama kurang lebih tiga tahun di Maluku.
Empat dekade terakhir abad ke-19 menyaksikan munculnya serangkaian pergerakan kaum intelektual dan politik yang ddipimpin oleh kelompok-kelompok berbeda seperti masyarakat pribumi, minoritas kebangsaan, bangsa-bangsa etnik-budaya, imigran baru dan lama, feminis, kaum gay dan lesbian, dan kaum hijau.