Buku ini membahsa aspek=aspek penting kesadaran keagamaan dan sosial kaum Muslim. Analisanya didasarkan pada wawancara dengan 4500 responden Muslim dari Indonesia, Pakistan, Kazakhstan, dan Mesir.
Sampai kapan pun, mendiskusikan Islam dan umat islam selalu menyita perhatian. Pasalnya, Islam yang di citrakan sebagai ya'lu wa la yu'la 'alaihi (tinggi dan tidak ada yang menandingi ketinggiannya) sangat berbeda jauh dengan kondisi umat penganutnya yang berada di anak tangga paling bawah dalam peta peradaban manusia.
Kita kini hidup dalam era perubahan sosial yang sangat mengagumkan, ditandai oleh transformasi yang sangat berbeda dari yang pernah terjadi di era sebelumnya: keruntuhan sosial Soviet, dunia yang semakin terpolarisasi, pembangunan sistem komunikasi global yang makin intensif, makin berjanyanya kapitalisme ketika kesenjangan dunia makin parah, dan meluasnya masalah ekologi.
Sosiologi wanita adalah suatu perpspektif menyeluruh tentang keanekaragaman perjalanan yang terstruktur, dalam kerangka stratufikasi jenis kelamin yang jelas.
Kajian sosiologi komunikasi merupakan perspektif yang sudah lama ada. Di Indonesia kajian ini baru mendapat perhatian serius kira-kira sepuluh tahun terakhir karena didesak oleh kelahiran berbagai media massa serta booming teknologi komunikasi yang begitu hebat.
Sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat dalam keseluruhannya dan hubungan-hubungan antara orang-orang dalam masyarakat tersebut.
Umumnya, banyak orang mengenal islam dari segi peribadatan semata sehingga pandangannya menjadi sempit. Cukup hanya dengan mengerjakan ibadah-ibadah ritual, orang sudah mengatakan bahwa dirinya telah berislam. Bagaimana Islam sebenarnya? Dan bagaimana menyikapi dan merealisasikan konsep-konsep Islam dalam kehidupan sehari-hari?