Pendidikan sebagai gejala sosial dalam kehidupan berkaitan erat dengan masalah individual, sosial, dan kultural. Dengan penerapan otonomi bidang pendidikan, otomatis terjadi perubahan pengelolaan pendidikan dari yang bersifat sentralistik menjadi desentralistik.
Buku ini membahas metodologi penelitian kualitatif dengan tekanan pada salah satu variannya, yakni interaksionisme simbolik. Interaksionisme simbolik adalah salah satu di antara beberapa perspektif utama yang dikenal dalam berbagai disiplin ilmu, khususnya ilmu komunikasi, psikologi, sosiologi, dan antropologi.
Kecenderungan penggunaan metode kualitatif dalam penelitian sosial sekarang ini semakin meningkat di masyarakat karena temuan-temuan pada studi kualitatif lebih menjawab persoalan sebenarnya daripada sekadar angka-angka.