Penelitian mengenai "Pandangan Pemuka Agama tentang Ekslusifisme Beragama di Indonesi" bertolak dari asumsi, bahwa kecenderungan ekslusifisme beragama yang sekarang menggejala di tengah umat dan pemuka agama, berkaitan erat dengan cara mereka memahami agama sebagai buah dari pengaruh berbagai faktor.
Semua agama memiliki ajaran kebenaran dan kebaikan bukan hanya bagi pemeluknyasaja, melainkan juga untuk disiarkan kepada umat manusia. Namun penyiaran agama kepada orang yang telah beragama sering mengundang konflik di masyarakat.
Hubungan antara MUI dengan Pemerintah pada masa orde baru menimbulkan efek yang dirasa kurang baik bagi MUI sendiri. Sebab, kedekatan itu kemudian menjadikan sisi lain dari tugas dan fungsi MUI menjadi tumpul, terutama dalam kegiatan memberi pertimbangan kebijakan politik dari sisi agama