Banyak sarjana membicarakan Islam di Aceh dengan merujuk peran penting para ulama abad ke XVII dalam pembentukan tradisi dan wacana keilmuan Islam di wilayah ini, yaitu pada Hamzah Fansuri, Syamsuddin al-Sumatra'i, Nuruddin al-Raniri, dan Abdurrauf bin Ali al-Jawi al-Fansuri, tau yang dikenal sebagai al-Sinkili.