Kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama di Indonesia mengalami pasang-surut. Dalam posisi demikian, diperlukan beberapa aspek untuk merespons, yakni cara hidup yang multikulturalis, pendidikan, penguraian isu-isu yang menyebabkan konflik, dan pendekatan sosial keagamaan.
Dididirikan pada Tahun 1926, usia NU tentulah sudah tidak muda lagi. Sebagai organisasi keagamaan terbesar di Tanah Air, NU terlah melalui beragam rintangan, karena begitu panjang waktu yang telah ia tempuh.