Interaksi dinamis antara Islam dan Budaya Lokal diawali oleh sebuah proses pembentukan tradisi islam melalui konversi kekuasaan lokal ke dalam Islam, periode ini dapat disebut sebagai gelombang pertama Islam menanamkan pengaruhnya di tanah Buton
Dewasa ini masih banyak bentuk-bentuk kesenian tradisional yang masih hidup di tengah-tengah masyarakat. Meskipun masyarakat pendukungnya mengalami perubahan, namun tradisi ini senantiasa menyesuaikan diri mengikuti perubahan tersebut.
Buku Langit-Langit Hikmah (Konfigurasi Khazanah Islam dan Budaya Lokal) bukan hanya merupakan sejemput hikmah dalam tradisi intelektual dan keberagaman, namun juga sarat akan informasi khazanah dan budaya keagamaan dalam berbagai perspektif.
Buku yang ditulis oleh generasi muda Indonesia asal Maluku ini menjadi menarik, sebab ia lahir dari sebuah kesadaran sejarah yang muncul secara sangat kuat sebagai akibat dari penderitaan panjang yang disebabkan oleh disintegrasi yang nyaris sempurna yang terjadi selama kurang lebih tiga tahun di Maluku.
Empat dekade terakhir abad ke-19 menyaksikan munculnya serangkaian pergerakan kaum intelektual dan politik yang ddipimpin oleh kelompok-kelompok berbeda seperti masyarakat pribumi, minoritas kebangsaan, bangsa-bangsa etnik-budaya, imigran baru dan lama, feminis, kaum gay dan lesbian, dan kaum hijau.