Semua agama memiliki ajaran kebenaran dan kebaikan bukan hanya bagi pemeluknyasaja, melainkan juga untuk disiarkan kepada umat manusia. Namun penyiaran agama kepada orang yang telah beragama sering mengundang konflik di masyarakat.
BUKU INI MENYAJIKAN HASIL PENELITIAN PESERTA BIMBINGAN PENELITIAN sehingga hasilnya cukup variatif, karena masing-masing peneliti memiliki obye studi dengan berbagai pertimbangan masing-masing. Hasil penelitian yang dihimpun dalam buku ini adalah sebagai berikut: Hubungan LSM - Pemerintah, dimana dalam posisinya masing-masing telah cukup berperan dalam upaya pemeliharaan kerukunan beragama di …
Dalam perkembangnnya, FKUB kian mendapatkan tempat yang strategis. berbagai persoalan yang melibatkan komponen komunitas keagamaan dapat dimediasi melalui FKUB. FKUB menjadi sarana berkumpul dan berinteraksinya berbagai kelompok yang sama-sama menyadari bahwa keragaman agama bukan alasan untuk terjadinya konflik dan perpecahan.
Buku ini memuat beberapa hasil penelitian tahun 2007 yang mendeskripsikan perkembangan wadah kerukunan di tingkat kecamatan di beberapa daerah yang dibentuk dengan bekerjasama antara tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat pemerintah setempat dan Puslitbang Kehidupan keagamaan ( pada waktu itu Puslitbang Kehidupan beragama).
PASCA BERLAKUNYA PERATURAN BERSAMA MENTERI AGAMA DAN MENTERI DALAM NEGERI Nomor 9 dan 8 tahun 2006 tertanggal 21 Maret 2006. Puslitbang Kehidupan Keagamaan telah 2 (dua) kali melakukan penelitian terkait substansi PBM. Pertama, tahun 2007 penelitian tentang Efektivitas Sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan…
Salah satu masalah yang sering mengusik kerukunan antarumat beragama adalah masalah terkait pendirian rumah ibadah dan pemanfaatan bangunan bukan rumah ibadah sebagai tempat ibadah sementara.
Dalam beberapa dekade berselang Indonesia sempat dijuluki sebagai salah satu negara di dunia dimana toleransi antar etnik dan agama tergolong sangat baik.
Konflik komunal berlatar belakang agama di Indonesia yang berujung pada tindak kekerasan, mulai marak bermunculan pasca tumbangnya rezim represif Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, beriringan dengan meningkatnya konflik sosial horizontal.
Pluralisme adalah cara pandang dan pendekatan yang apresiatif dalam menghadapi heterogenitas suatu masyarakat yang para warganya terdiri dari berbagai kelompok etnik, ras, agama, dan sosial yang menerima, menghargai, dan mendorong partisipasi dan pengembangan budaya tradisional serta kepentingan spesifik mereka dalam lingkup kehidupan beragama.
Tercatat dalam sejarah bahwa ilmu pengetahuan di dunia islam "pernah" mengalami masa kejayaannya. Diawali dari proses penerjemahan khasanah pengetahuan "Barat" yang dilanjutkan dengan proses kreatif ilmiah, rantai pengembangan pengetahuan pun telah tersambung baik ilmu-ilmu ekstakta maupun ilmu-ilmu humainora, dari tradisi filsafat, sejarah, sastra, hingga matematika dan kimia.
Kondisi heterogenitas bangsa indonesia ibarat pedang bermata ganda. Di satu sisi kemajemukan bisa menjadi kekuatan konstruktif-produktifdalam rangka membangun bangsa.
Buku ini meskipun ditulis oleh seseorang ex biarawati dan penganut agama katolik yang taat, tetapi sangat objekif dan ilmiah dia mengemukakan fakta apa adanya tanpa pretensi tertentu,.
salah satu tugaas utama menjadi prioritas nasional pemerintah adalah memantapkan stabilitas dan ketahanan nasional dengan membina tiga kerukunan hidup bergama yaitu, kerukununan Intern Umat Beragama, Kerukunan Antar umat Beragama dan Kerukunan Antar Umat Beragama dengan pemerintah.
Berdasarkan Hasil Penelitian yang dilakukan Puslitbang Kehidupan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama berkenan dengan masalah kerukunan kehidupan beragama di berbagai daerah di Indonesia diperoleh gambaran umum antara lain sebagai berikut. konflik dan kerusuhan (roits) sosial yang meledak di berbagai kota di Indonesia dua-tiga tahun belakangan ini tidak berlangsung dalam ruang ko…
sebagaimana dimaklumi bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku, bahasa, adat istiadat dan agama, sehingga bangsa indonesia merupakan masyarakat yang majemuk.